Home » , , » Pemberian tepung daun sirih mampu mengurangi mikroba penyebab mastitisdan memperbesar tingkat penyembuhan sehingga produksi susu sapimenjadi lebih baik

Pemberian tepung daun sirih mampu mengurangi mikroba penyebab mastitisdan memperbesar tingkat penyembuhan sehingga produksi susu sapimenjadi lebih baik

Daun sirih telah lama digunakan untuk berbagai tujuan termasuk mengobati penyakitpada manusia. Berbagai penelitian telah dilakukan sebagai upaya mengungkap berbagai manfaat daun sirih ini tidak terkecuali untuk ternak terutama sapi perah.

Dosen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor,Asep Sudarmanmencoba meneliti khasiat daun sirih untuk mengobati penyakit mastitis (radang ambing)khususnya dengan gejala subklinis pada sapi perah. “Penyakit mastitis subklinis saat ini diperkirakan menyerang 85% dari total populasi sapi perah di Indonesia,” kata Asep menyodorkan data.

Tingginya kasus mastitis, lanjut Asep, karena sebagian besar peternak sapi perah belum memperhatikan manajemen pemeliharaan dan manajemen pakanyang baik. Imbasnya, penyebaran penyakit seperti mastitis terhitung pesat dan berpengaruh negatif bagi produksi susu nasional.

Pengobatan yang paling mendekatidan selama ini dilakukan, lanjut Asep, menggunakan antibiotik. Namun perdebatan selalu menyertai penggunaan antibiotik karena residu yang ditinggalkan dan memicu resistensi mikroba.

Dicampur Dalam Konsentrat
Sadar akan khasiat yang telah melegenda di masyarakat, Asep memulai penelitian daun sirih yang diolah dalam bentuk tepung untuk sapiperah. Sejak 2011, Asep menerapkan inovasi teknologi ini dengan menambahkantepung daun sirih pada pakankonsentrat sapi perah.

Penerapan penelitian ini ia ujicobakan secara in vitro dan in vivo. Berskala laboratorium, dia memulai metode in vitro dengan mengenalkan suplemen ini pada mikroba pencerna serat kasar yang berdomisili di rumen sapi. Melalui kultur mikroba pencerna ini, Asep mendapat hasil positif setelah beberapa bulan ujicoba di laboratorium.

Dari hasil penelitiannya, pemberian tepung daun sirih memberikan daya hambat lebih besar terhadap mastitis dibanding kultur yang tidak diberikan tepung daun sirih. Ia pun melakukan pembuktian lagi karena ingin mengetahui keampuhan suplemen ini terhadap mastitis. Asep mengujinya pada sapi perah yang sudah terinfeksidengan menerapkan teknologi ini secara in vivo di peternakan rakyat.

Hasil positiflainnya dari penelitian lapangan, jelas Asep, pakan konsentrat yang ditambahkan tepung daun sirih memberi hasil highly significant (sangat berbeda nyata) dengan p>0,001. Bahasa sederhananya, produksi susu sapi jauh lebih baik, mikroba penyebab mastitis berkurang, dan penyembuhan mastitis jauh lebih besar dibanding kontrol.

Tanpa menyebut resep dapurnya, Asep mengungkapkan, jumlah pemberian tepung memiliki titik optimum yang tidak boleh kurang ataupun berlebih.

Aplikasi Mudah
Asepmenyatakan, aplikasi dari hasil penelitian ini sangat mudah diterapkan ditingkat peternak.Aplikasinya praktis karena tinggal dicampur dengan pakan konsentratdengan keuntungan penggunaan daun sirih yang secara herbalini tidak meninggalkan residu, lebih hemat, dan aman dibanding penggunaan antibiotik.

Penggunaan pakan konsentrat yang mengandung tepung daun sirih ini diterapkan ketika mastitis menyerang sapi perahyang biasanya pada masa produksi susu. Tetapi sebaiknya peternak tidak perlu menunggu sapi perah terkena mastitisdulu sehingga pemberian tepung daun sirih ini bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan agar produksi susu tidak terganggu.

Asep berharap dari hasil penelitianyang sedang dalam proses pengajuan patenini bisa mengobati penyakit mastitis subklinispada sapi perah. Dengan begitu, produktivitas sapi perah bisa meningkat dan umur produksi bisa lebih panjang menjadi 5 tahun sebelum apkir.

1 comments:

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Nurohmat 'Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger